Pulau Rupat, Bengkalis: Surga Tersembunyi Dengan Pantai Indah Dan Budaya Yang Memikat

 Yemima Elia Priskila Sihotang

2302127421

Pulau Rupat, Bengkalis: Surga Tersembunyi Dengan Pantai Indah Dan Budaya Yang Memikat



Pulau Rupat adalah sebuah pulau yang berada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Luasnya sekitar 1.500 km², cukup besar dibanding pulau-pulau kecil lain di sekitar Riau. Pulau ini memiliki letak yang sangat strategis karena berada di Selat Malaka, yaitu salah satu jalur pelayaran internasional tersibuk di dunia. Selat Malaka sering dilalui kapal-kapal besar yang membawa barang dari berbagai negara, sehingga posisi Pulau Rupat sebenarnya sangat menguntungkan baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata.

Sebagaimana diketahui, di Bumi Lancang Kuning Riau yang keberadaannya sangat penting. ini menjadi sangat berarti sebab telah ditetapkan sebagai target pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata tahun 2019-2024,hal ini berdasarkan pada posisi dan potensi pulau Rupat yang strategis, dalam pembangunan kawasan di Selat Malaka .

Eksotisme Pulau Rupat tentunya sudah tidak perlu diragukan lagi sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Air laut berwarna biru, pantai berpasir putih, hingga aneka satwa dan biota laut sekitar Pulau Rupat menjadi sebuah pemandangan yang memanjakan pengunjung selama berlibur di tempat ini.Tentunya, ada banyak kegiatan menarik yang dapat dilakukan di Pulau Rupat. Mulai dari berenang, diving dan snorkeling, atau menjelajah seluk beluk Pulau Rupat dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.

Sebagaimana diketahui, di Bumi Lancang Kuning Riau terdapat satu pulau yang keberadaannya sangat penting. Pulau Rupat itulah Namanya, Pulau dengan luas 1500 km2 ini menjadi sangat berarti sebab telah ditetapkan sebagai target pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata tahun 2019-2024,hal ini berdasarkan pada posisi dan potensi pulau Rupat yang strategis, dalam pembangunan kawasan di Selat Malaka,Mari kita kenali keindahan yang berada di pulau rupat .

Keindahan Alam dan Pesona Wisata Bahari Pulau Rupat

1. Pantai Pasir Putih

Pantai pasir putih di pulau Rupat membentang sepanjang   17 kilometer mulai dari Tanjung Medang, Tanjung Punak (Rupat Utara) sampai Sungai Cingam (Rupat). Pantai yang lebarnya   100 meter jika air surut atau   7 meter saat air pasang ini memiliki keindahan yang tidak kalah dengan pantai-pantai di pulau Bali. Setiap tahun, wilayah pesisir, yang tetap dalam keadaan alami dan terletak sekitar 30 mil laut atau 45 menit perjalanan dari Port Dickson (Malaysia), 210 km atau 5,5 jam berkendara dari Pekanbaru (ibukota Provinsi Riau), atau perjalanan 1,5 jam dari Dumai, menarik sekitar 1.500 pengunjung, terutama dari sektor pariwisata domestik.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan oleh para pengunjung di pantai ini antara lain seperti berjemur (sun burning), selancar angin (wind surfing), selam (scuba diving), memancing (fishing) dan berenang (swimming), Banana Boat, Jet Ski Ada juga acara besar nasional seperti Rupat Beach Festival dan Mandi Safar.

2. Pulau Beting Aceh

Pulau Beting Aceh adalah salah satu pulau kecil yang terletak di Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Banyak orang tidak tahu bahwa pasir pantai Beting Aceh memiliki suara yang lucu, tepatnya berbunyi jika diinjak atau disentuh. Nuansa warna putih menghiasi setiap sudut pandang, karena pasir putih yang mengelilingi pulau kecil yang indah ini terlihat dari mana pun.

Pulau Beting Aceh merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia,pulau ini terletak di tengah hamparan Selat Malaka. Pulau yang indah ini sering dikunjungi terutama ketika ingin liburan akhir pekan. Pulau kecil dengan luas sekitar 2 hektar ini sangat menarik. Pasir putih terbentang di antara lautan yang berwarna biru muda. Di tengah pulau terdapat deretan pohon cemara laut yang tumbuh rindang. Ketika cuaca terik, pohon-pohon ini menjadi tempat yang nyaman untuk berlindung dari sinar matahari yang terik. Ada fenomena unik di pulau ini. Pasir putih di pantai akan mengeluarkan suara berderit saat diinjak atau disentuh. Orang-orang menyebutnya sebagai Pasir Berbisik.

Pulau ini mungkin terbentuk karena adanya sedimentasi air laut yang membawa pasir menumpuk hingga akhirnya membentuk sebuah pulau. Beting berarti gumpalan pasir yang panjang, namun setelah terus-menerus terjadi, akhirnya membentuk sebuah pulau. Nama pulau ini memang terdengar aneh. Menurut cerita, pernah ada seorang nelayan dari Aceh yang tersesat di sini. Karena itu, pulau ini akhirnya dikenal dengan sebutan Beting Aceh. Pulau ini tidak memiliki penduduk, jadi bagi Anda yang ingin mencari ketenangan dan kedamaian, sangat cocok untuk berkunjung ke pulau ini.

Waktu yang paling cocok untuk berkunjung ke Beting Aceh adalah di sore hari, sekitar pukul 4 sampai 6 sore. Pada jam-jam itu, kita bisa melihat burung-burung migran melewati pulau ini. Katanya, jumlah burung yang terlihat bisa sampai ratusan bahkan ribuan. Selain itu, cuacanya di waktu sore hari biasanya lebih sejuk dibandingkan di pagi atau siang hari.

3. Pulau Bengkalis

Pantai Selat baru adalah salah satu pantai terindah di Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Nama pantai ini diambil dari nama desa tempatnya berada, yaitu Desa Selat baru, yang juga menjadi pusat pemerintahan Kecamatan Bantan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis sudah menjadikan pantai ini sebagai salah satu wisata favorit. Buktinya, setiap tahun kawasan ini diadakan acara pesta pantai. Di acara tersebut, diadakan berbagai perlombaan seperti lomba perahu jong, gasing, dan layang-layang. Pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai tampilan seni dan budaya tradisional dari daerah setempat. Di pantai ini juga terdapat kebun binatang bernama "Taman Satwa Bengkalis" yang merupakan salah satu kebun binatang di Kabupaten Bengkalis. Tempat ini menjadi daya tarik wisata dan tempat bermain bagi masyarakat sekitar. Kebun binatang ini juga dikenal karena lokasinya yang strategis, dekat dengan pantai dan pelabuhan internasional.

4. Pantai Teluk Rhu

Pantai Teluk Rhu di Pulau Rupat, Bengkalis, memiliki pasir putih yang luas sepanjang 13 km, cocok untuk bermain dan bersantai. Saat cuaca cerah, kamu bisa melihat pemandangan bukit di Malaysia. Di sini juga bisa melihat kegiatan para nelayan dan membeli ikan segar untuk dibakar. Selain itu, tersedia berbagai wahana rekreasi seperti menaiki banana boat, berkuda di tepi pantai, serta kursus selancar layar.

Selain berjalan di tepi pantai, bersepeda, atau berkuda, kamu juga bisa menikmati berbagai makanan lezat yang sangat menggugah selera. Ikan bakar segar bisa dibeli langsung dari para nelayan yang tinggal di sekitar area itu. Saat menikmati makanan laut, kamu juga bisa melihat perbukitan di Malaysia secara samar, jika beruntung,

Teluk Rhu adalah daerah yang mayoritas penduduknya beragama islam,di sini juga tersedia berbagai produk UMKM tradisional dari Bukit Batu, seperti kain tenun Lejo dan kerupuk sagu. Selain itu, kamu juga bisa mencoba makanan khas Bukit Batu seperti laksa, kue badak, bolu kemojo, asidah, dan lainnya.

Budaya Pulau Rupat, Bengkalis yang Memikat

1. Tradisi Adat Melayu

·       Tepuk Tepung Tawar

Tepung Tawar adalah tradisi yang sudah lama ada dan berkembang sejak dulu kala di daerah Riau. Awalnya, ritual ini dilakukan oleh masyarakat yang masih percaya pada kepercayaan dinamis dan animisme. Namun hingga kini, tradisi ini tetap dilakukan oleh Masyarakat Melayu. Sejak tiba nya orang-orang yang beragama Islam di wilayah Riau, tradisi ini juga diadopsi dan dimodifikasi sesuai dengan keyakinan Islam. Tujuan dari upacara ini adalah untuk memohon ridho dan keselamatan dari Allah SWT. Alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi ini disesuaikan dengan nilai-nilai keislaman, dengan bahan-bahan yang memiliki makna baik. Dalam perkembangannya, Tepung Tawar menjadi salah satu tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Melayu dalam berbagai upacara seperti pernikahan, khitanan, upah-upah, syukuran atas rezeki, acara penyembuhan, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, Tepung Tawar bisa dilaksanakan hampir di setiap upacara yang dilakukan oleh masyarakat Melayu, dengan tujuan untuk menyampaikan rasa syukur dan memberikan do’a keberkahan.

 2. Ritual Budaya Keagamaan

·       Mandi Safar

Mandi Shafar adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat Muslim Melayu Desa Teluk Rhu dan Tanjung Punak yang berada di sepanjang tepi pantai Rupat Utara. Tradisi ini turun temurun dari para leluhur sejak sekitar tahun 50-an. Pada hari Rabu, di akhir minggu terakhir bulan Shafar, seluruh keluarga berkumpul untuk memohon doa restu agar dijauhkan dari berbagai bencana yang mungkin terjadi. Ritual rutin yang dilaksanakan setiap bulan Shafar biasanya dihadiri dan diikuti oleh ratusan bahkan ribuan warga masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, orang tua maupun muda, yang datang dari desa-desa sekitar maupun daerah lainnya. Menurut salah seorang pengurus Lembaga Adat Melayu di Pulau Rupat Utara, Pak Dollah, upacara mandi safar dimulai sejak tahun 1950. Tradisi ini dibawa dari wilayah pesisir di Malaysia. Masyarakat Rupat Utara sering bersosialisasi dengan masyarakat Malaysia karena kedua kelompok ini berasal dari satu keturunan.

Ada beberapa perbedaan dalam cara melaksanakan ritual tersebut.

Masyarakat percaya bahwa mandi safar dapat mencegah atau menghilangkan segala jenis kesialan, penyakit menular, bencana, atau musibah yang akan atau sudah terjadi, terutama di bulan Shafar. Keyakinan ini didasari oleh percaya bahwa Allah SWT akan menurunkan 12 ribu jenis ujian atau cobaan kepada manusia pada bulan Shafar, khususnya pada hari Rabu yang merupakan hari terakhir di bulan tersebut.

3.Kesenian Tradisional

·       Tari Zapin Api

Tari zapin api ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) Indonesia 2017 dari Provinsi Riau. Tarian ini penuh magis dan mistik. Sajian tarian ini hanya ada di Pulau Rupat Utara, Bengkalis, Riau .

Tari Zapin Api merupakan gabungan dari Tari Api dan Zapin pada masa sebelum Islam. Beberapa orang juga mengatakan bahwa tarian ini berkaitan erat dengan budaya daerah Kubu, Rokan Hilir. Di Rokan Hilir ditemukan tradisi pengobatan yang menggunakan media percikan api, yaitu Tari Burung Kuayang dari suku Bonai. Di daerah Rokan Hilir juga ada kegiatan yang berupa paham sufi dengan membacakan syair dari para guru atau khalifah, serta catatan mantra yang sama, dan di nyanyikan oleh khalifah dalam Tari Zapin Api di Rupat Utara.

Menariknya, para penari sama sekali tidak merasa terbakar. Mereka justru terlihat sangat menikmati tarian mereka dan terlihat seperti sedang bermain di tengah api yang semakin besar. Memang kondisi ini tidak masuk akal, terlebih api yang sangat panas itu tidak menyebabkan luka pada kulit penari.Tarian Zapin Api memiliki nuansa yang sangat mistis.

Sebelum pertunjukan dimulai, para penari yang berjumlah lima orang dan bertelanjang dada ini berjalan mengelilingi dupa kemenyan yang sedang dibakar. Di tengah lapangan telah disiapkan sabut kelapa yang dibakar untuk pertunjukan tersebut.



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber Referensi

Badan Promosi Pariwisata Daerah. (2024). Wisata Pantai Rupat. Event Daerah Kemenparekraf. (https://eventdaerah.kemenparekraf.go.id/cerita-ken/cerita/wisata-pantai-rupat)

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bengkalis. (n.d.). Sektor Pariwisata. (https://www.dpmptsp.bengkaliskab.go.id/index.php?com=halutama&link=sektor_pariwisata)

GoRiau. (2021, September 12). Melihat wisata Pulau Rupat yang merindukan sentuhan infrastruktur dan investor (https://www.goriau.com/berita/baca/melihat-wisata-pulau-rupat-yang-merindukan-sentuhan-infrastruktur-dan-investor.html)

Pigijo. (2022, Mei 10). 4 Spot Epik Wisata Pulau Rupat Bengkalis di Riau. (https://blog.pigijo.com/4-spot-epik-wisata-pulau-rupat-bengkalis-di-riau/)

Suara Riau. (2021, Maret 13). Pesona Pulau Beting Aceh, wisata bahari Riau yang mirip Gili Trawangan(https://riau.suara.com/read/2021/03/13/122603/pesona-pulau-beting-aceh-wisata-bahari-riau-yang-mirip-gili-trawangan)

Diskominfotik Kabupaten Bengkalis. (2023). Empat destinasi wisata pantai populer Bengkalis yang harus dikunjungi wisatawan. (https://diskominfotik.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/20138/empat-destinasi-wisata-pantai-populer-bengkalis-yang-harus-dikunjungi-wisatawan)

Siti, N. (2024, Oktober 23). Pulau Rupat: Surga pantai dan kesenian tradisional. Kompasiana. (https://www.kompasiana.com/siti14249/6718e8d334777c6e9d356214/pulau-rupat-surga-pantai-dan-kesenian-tradisional)

Prokopim Kabupaten Bengkalis. (2018, November 7). Mandi Shafar: Tradisi budaya terdahulu zaman berzaman. (https://prokopim.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/8974/2018/11/07/mandi-shafar-tradisi-budaya-terdahulu-zaman-berzaman)

Prokopim Kabupaten Bengkalis. (2016, November 14). Memaknai budaya Mandi Safar. (https://prokopim.bengkaliskab.go.id/web/detailberita/6158/2016/11/14/memaknai-budaya-mandi-safar-)

Badan Promosi Pariwisata Daerah. (2023). Festival Rupat. Event Daerah Kemenparekraf. (https://eventdaerah.kemenparekraf.go.id/cerita-ken/cerita/festival-rupat)

Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bengkalis. (n.d.). Tari Zapin Api. [https://disparbudpora.bengkaliskab.go.id/web/atraksi/2/tari-zapin-api]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“Menuju Kemandirian Garam Indonesia: Analisis Ekonomi Kelautan atas Kebijakan KKP Nomor 28 Tahun 2025”

Pulau Jemur: 'Surga Tertidur' yang Belum Menjadi Mesin Ekonomi. Menganalisis Potensi Ekowisata Snorkeling yang Terabaikan di Pesisir Riau